Jumat, 03 Oktober 2008

Gensou Suikoden: Heroes Come Back Again vol.1 prologue

Prologue

Dua tahun kemudian….

Suatu malam yang tenang, bahkan angin bertiup pelan namun sejuk. Bulan purnama bersinar terang. Di sebuah hutan, seorang gadis berjalan. Ia menggunakan jubah hingga ke ujung kakinya, ia tak merasa takut berjalan di dalam kegelapan. Burung hantu memperhatikan ia berjalan dari atas pohon. Ia tiba di ujung jalan, terdapat pohon yang lebih besar namun tertutup oleh ranting-ranting yang meliliti tubuh pohon.

Ia mengeluarkan sebuah pedang kecil dari ikat tali pinggangnya. Ia memotong ranting-ranting tersebut. Setelah ia selesai memotong ranting tersebut, terlihat jelas sebuah lambang pada batang pohon.

“Hmm…hmm..hmm.. akhirnya kutemukan juga gambar True Rune yang kuciptakan dulu. Semua orang yang telah berbuat jahat kepadaku akan menyesal!” Ia mulai membuka sarung tangan kanannya. Tiba-tiba tangan kanannya bersinar.
Tidak lama kemudian, angin-angin mulai bergemuruh, kilat-kilat menyambar bagaikan membelah bumi, awan malam terlihat seperti spiral dan bumi pun berguncang. Saat itu malam yang tenang berubah menjadi malam yang meyeramkan.

Ia mengangkat tangan kanannya. “Menyesal kalian semua! Malam ini dendamku akan terbalaskan! Semua orang yang mati akan hidup kembali! Semua usia di muka bumi ini akan berkurang! Kekutan jahat akan datang kembali!”

Sinar dari tangan kanannya bersinar makin terang, hingga sinar itu menyebar ke seluruh isi hutan. Kejadiannya berlangsung selama lima menit. Akhirnya angin yang begemuruh mulai berhenti dan kembali menjadi normal. Kilat-kilat menghilang, awan-awan malam kembali normal dan bumi berhenti berguncang.

Sinar itu semakin meredup. “Akhirnya…” Ia terjatuh pingsan. Tiga menit setelah ia pingsan, di langit malam yang jernih terlihat seperti hujan bintang jatuh.

Di lain tempat, di sebuah bangunan yang megah dan isi ruangan itu hanya cawan-cawan yang berisi api berwarna biru, tempat yang dinamakan Magician Island. Berdirilah seorang wanita, rambutnya terjulur hingga ke lantai dan juga kerudungnya. Ia buta, namun mata hatinya tidak buta. Ia adalah seorang pemegang salah satu dari 27 True Runes, yaitu Back Gate Rune. Ia adalah Lady Leknaat. Ia merasakan kejadian yang baru terjadi. ”Inikah True rune yang sudah lama kucari? Inikah True Rune yang lepas dari pengawasanku?”

Bola kristal yang berada di tangannya menyala. Ia mencoba melihat. ”Apa?! Ini tidak mungkin.... inikah takdir yang aneh tersebut?” Seketika Lady Leknaat. ”Tidak, aku tidak boleh gemetar. 108 Stars of Destiny harus terbentuk kembali.”

Tiga hari kemudian, di sebuah tempat seperti kuil untuk melakukan ritual penghancuran True Runes yang dinamakan Ceremonial Site. Langit mendung, suara angin terdengar sedih, kemudian disusul dengan satu kilatan yang bunyinya seperti membelah tanah.

Di tengah tempat seperti lapangan luas, terlihat banyak tumpukan batu. Tumpukan tersebut bergerak perlahan-lahan. Mucul sebuah tangan, kemudian seorang lelaki muncul dari tumpukan tersebut. Mukanya kotor tidak keruan, rambut coklat kepirangannya sepanjang leher. Bajunya lusuh dan banyak yang berlubang. Tatapan mata hijaunya kosong.

Kemudian ia melihat sekelilingnya. ”Aku berada dimana?” Ia melihat telapak tangannya yang masih menggunakan sarung tangan tetapi berlubang. Kemudian ia meraba wajahnya. ”Siapa aku? ....Aku tak mengenal diriku.... Aku harus meninggalkan tempat yang menyeramkan ini... Aku ingin mengetahui siapa diriku ...”

Tidak ada komentar: